Inilah 5 Rukun Umrah yang Tidak Boleh Terlewatkan
Ibadah umrah merupakan salah satu ibadah mulia dalam Islam yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Meski sering disebut sebagai “haji kecil”, umrah tetap memiliki rangkaian ibadah yang wajib dilaksanakan dengan sempurna. Tata cara pelaksanaan umrah hampir sama dengan ibadah haji, hanya saja umrah tidak memiliki wukuf di Arafah.
Dalam syariat Islam, umrah memiliki rukun-rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Rukun adalah bagian inti dalam ibadah yang menentukan sah atau tidaknya suatu amalan. Apabila salah satu rukun umrah tidak dikerjakan, maka ibadah umrah menjadi tidak sah dan tidak dapat diganti dengan dam atau denda.
Hal ini dijelaskan dalam kitab I‘anatut Thalibin karya Sayyid Bakri Syatha Ad-Dimyathi:
قوله: وغير وقوف من الأركان الستة) أي وهو: النية، والطواف، والسعي، والحلق، والترتيب (قوله: أركان العمرة) خبر المبتدأ، وهو لفظ غير (قوله: لشمول الأدلة إلخ) يعني أن الأدلة التي استدل بها على وجوب النية والطواف والسعي في الحج، تدل أيضا على وجوبها في العمرة، فهي ليست قاصرة على الحج
Artinya:
“Enam rukun haji selain wukuf yaitu niat (ihram), tawaf, sa’i, tahallul (cukur rambut), dan tertib, merupakan rukun umrah. Dalil-dalil yang menjadi dasar kewajiban niat, tawaf, dan sa’i dalam ibadah haji juga menjadi dalil wajibnya pelaksanaan rukun tersebut dalam umrah. Jadi, dalil itu tidak terbatas hanya untuk haji saja.”
(I‘anatut Thalibin, juz II, halaman 331)
Berikut lima rukun umrah yang wajib dipahami dan dilaksanakan oleh setiap jamaah:
Sumber Foto : Pexel - Hakam Magdea
1. Ihram
Ihram adalah tanda dimulainya seseorang memasuki rangkaian ibadah umrah. Ihram dilakukan dengan niat umrah di dalam hati dan dianjurkan untuk dilafalkan dengan lisan.
Ihram dalam umrah mirip seperti takbiratul ihram dalam shalat. Ketika seseorang sudah berniat ihram, maka ia wajib menjaga seluruh larangan ihram hingga tahallul.
Sebelum berniat ihram, jamaah dianjurkan:
- Mandi sunnah ihram
- Mengenakan pakaian ihram
- Membersihkan diri
- Memperbanyak doa dan talbiyah
Lafal niat umrah:
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ عُمْرَةً
Artinya:
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan umrah.”
Sejak niat ihram dilakukan, jamaah harus menjaga diri dari hal-hal yang dilarang selama ihram seperti memakai wewangian, memotong kuku, atau mencukur rambut.
2. Tawaf
Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dimulai dari Hajar Aswad dalam keadaan suci.
Tawaf menjadi simbol ketaatan dan penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT. Saat tawaf, jamaah dianjurkan memperbanyak:
- Dzikir
- Doa
- Talbiyah
- Membaca Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
Artinya:
“Dan hendaklah mereka melakukan tawaf mengelilingi rumah tua itu (Ka’bah).”
(QS. Al-Hajj: 29)
Tawaf dilakukan dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk cinta dan kepatuhan kepada Allah SWT.
3. Sa’i
Sa’i adalah berjalan atau berlari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Perhitungannya:
- Dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali
- Dari Marwah ke Shafa dihitung satu kali
Sa’i wajib dimulai dari Bukit Shafa. Jika dimulai dari Marwah, maka perjalanan pertama tidak dihitung.
Allah SWT berfirman:
اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا
Artinya:
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar Allah. Maka siapa yang berhaji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya.”
(QS. Al-Baqarah: 158)
Sa’i mengajarkan tentang perjuangan, kesabaran, dan keyakinan kepada pertolongan Allah sebagaimana kisah Sayyidah Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail AS.
Bagi jamaah lansia atau yang memiliki uzur, sa’i boleh dilakukan menggunakan kursi roda atau alat bantu lainnya.
4. Tahallul
Tahallul adalah mencukur atau memotong rambut sebagai tanda berakhirnya keadaan ihram.
Minimal rambut yang dipotong adalah tiga helai rambut. Namun yang paling utama bagi laki-laki adalah mencukur habis rambutnya, sedangkan perempuan cukup memotong ujung rambutnya.
Allah SWT berfirman:
مُحَلِّقِيْنَ رُءُوْسَكُمْ وَمُقَصِّرِيْنَۙ
Artinya:
“Dengan mencukur rambut kepala dan memendekkannya.”
(QS. Al-Fath: 27)
Setelah tahallul, jamaah telah keluar dari larangan ihram dan ibadah umrah pun hampir sempurna.
5. Tertib
Tertib berarti melaksanakan seluruh rangkaian rukun umrah secara berurutan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Urutan rukun umrah adalah:
- Ihram
- Tawaf
- Sa’i
- Tahallul
Tertib menjadi bagian penting dalam ibadah umrah karena setiap rangkaian memiliki hubungan satu sama lain dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Rasulullah SAW bersabda:
خُذُوْا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ
Artinya:
“Ambillah dariku tata cara manasik (haji dan umrah) kalian.”
(HR. Muslim, An-Nasa’i, dan Ahmad)
Hadits ini menjadi dasar bahwa tata cara ibadah haji dan umrah harus mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.
Penutup
Rukun umrah adalah inti dari seluruh rangkaian ibadah umrah yang wajib dilaksanakan tanpa terkecuali. Memahami setiap rukun umrah sangat penting agar ibadah yang dilakukan sah, sempurna, dan diterima oleh Allah SWT.
Umrah bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi perjalanan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan ketundukan. Semoga Allah SWT memudahkan langkah setiap jamaah dalam menunaikan ibadah umrah dan menerima seluruh amal ibadahnya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wallahu a’lam bish shawab.
Sumber Referensi : NU Online
