9 Janji Allah untuk Jamaah Haji dan Umrah yang Mabrur
Ibadah haji dan umrah bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Di balik setiap langkah, setiap tetes air mata doa, serta setiap pengorbanan tenaga dan harta, terdapat janji-janji agung dari Allah سبحانه وتعالى bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menjalankannya.
Dalam sebuah kaidah fiqih disebutkan:
“An-ni’mah bi qadri an-niqmah, wan-niqmah bi qadri an-ni’mah.”
“Besarnya kenikmatan sebanding dengan pengorbanan yang dilakukan. Begitu pula beratnya pengorbanan akan terbayar dengan nikmat yang besar.”
Kaidah ini seakan menggambarkan makna mendalam dari ibadah haji dan umrah. Tidaklah jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia rela mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit, kecuali karena adanya harapan besar terhadap rahmat dan janji Allah.
Setiap tahun, jutaan manusia memadati Kota Makkah dan Madinah. Mereka datang dari berbagai latar belakang; ada petani, nelayan, pedagang, pejabat, ulama, hingga kaum muda yang rindu untuk menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Semua disatukan oleh satu tujuan: meraih ridha Allah dan mendapatkan haji maupun umrah yang mabrur.
Lalu, apa saja janji Allah di balik ibadah haji dan umrah yang mabrur? Berikut penjelasannya.

Sumber Foto : Pexel - Earth Pothart
1. Haji yang Mabrur Menghapus Dosa Seperti Bayi yang Baru Lahir
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Artinya:
“Barangsiapa menunaikan ibadah haji lalu ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia akan kembali dalam keadaan suci seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Haji yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan dijaga dari perbuatan maksiat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa.
2. Umrah Menghapus Dosa, Haji Mabrur Balasannya Surga
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Artinya:
“Umrah yang satu ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa luar biasanya janji Allah ini. Bukan hanya dosa yang diampuni, tetapi bagi haji yang mabrur, Allah menjanjikan balasan tertinggi yaitu surga.
3. Haji Menghapus Dosa-Dosa Masa Lalu
Ketika sahabat Amr bin Ash رضي الله عنه masuk Islam, ia meminta agar dosa-dosanya diampuni. Rasulullah ﷺ kemudian bersabda:
أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْإِسْلَامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ، وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهَا، وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ
Artinya:
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa Islam menghapus dosa sebelumnya, hijrah menghapus dosa sebelumnya, dan haji juga menghapus dosa sebelumnya?”
(HR. Muslim)
Haji menjadi momentum hijrah spiritual bagi seorang Muslim untuk memulai hidup yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah.
4. Haji Mabrur Termasuk Amal Terbaik Setelah Jihad
Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang amal yang paling utama. Beliau menjawab:
“Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Kemudian ditanya lagi:
“Lalu apa setelah itu?”
Beliau menjawab:
“Jihad di jalan Allah.”
Kemudian ditanya lagi:
“Lalu apa setelah itu?”
Beliau menjawab:
“Haji yang mabrur.”
(HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan tingginya kedudukan haji mabrur di sisi Allah, hingga disejajarkan dengan amal-amal besar dalam Islam.
5. Haji dan Umrah Menghilangkan Kefakiran dan Dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ؛ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ
Artinya:
“Iringilah antara haji dan umrah, karena keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana alat pandai besi membersihkan karat pada besi, emas, dan perak.”
(HR. Tirmidzi)
Ibadah haji dan umrah bukan membuat seseorang miskin, justru Allah menjanjikan keberkahan rezeki dan kebersihan jiwa bagi mereka yang menunaikannya dengan ikhlas.
6. Haji Mabrur Adalah Jihad Terbaik
Sayyidah Aisyah رضي الله عنها pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang jihad yang merupakan amal utama, sementara kaum perempuan tidak ikut berperang seperti laki-laki. Rasulullah ﷺ menjawab:
لَكُنَّ أَحْسَنُ الْجِهَادِ وَأَجْمَلُهُ الْحَجُّ، حَجٌّ مَبْرُورٌ
Artinya:
“Bagi kalian, jihad yang paling baik dan paling indah adalah haji yang mabrur.”
(HR. Bukhari)
Haji mengandung perjuangan fisik, kesabaran, pengorbanan, dan keikhlasan yang luar biasa. Karena itu, Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai jihad terbaik.
7. Jamaah Haji dan Umrah Adalah Tamu Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَفْدُ اللَّهِ ثَلَاثَةٌ: الْغَازِي، وَالْحَاجُّ، وَالْمُعْتَمِرُ
Artinya:
“Tamu Allah itu ada tiga: orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang berhaji, dan orang yang berumrah.”
(HR. An-Nasa’i)
Menjadi tamu Allah adalah kemuliaan yang sangat besar. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan tersebut, sebab panggilan ke Tanah Suci adalah pilihan Allah bagi hamba-hamba-Nya.
8. Doa Jamaah Haji dan Umrah Mustajab
Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:
الْغَازِي فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَالْحَاجُّ، وَالْمُعْتَمِرُ، وَفْدُ اللَّهِ، دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ، وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ
Artinya:
“Orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang berhaji, dan orang yang berumrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka lalu mereka memenuhi panggilan-Nya, dan ketika mereka meminta kepada-Nya, Allah akan mengabulkannya.”
(HR. Ibnu Majah)
9. Umrah di Bulan Ramadhan Setara dengan Haji
Rasulullah ﷺ bersabda:
عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً
Dalam riwayat lain:
حَجَّةً مَعِي
Artinya:
“Umrah di bulan Ramadhan setara dengan pahala haji.”
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Setara dengan haji bersamaku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari umrah di bulan suci Ramadhan. Meski tidak menggugurkan kewajiban haji, pahalanya begitu besar di sisi Allah.
Penutup
Haji dan umrah bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi perjalanan hati menuju kedekatan dengan Allah سبحانه وتعالى. Di balik setiap kesulitan dan pengorbanan, terdapat janji-janji agung yang telah Allah siapkan bagi hamba-Nya yang ikhlas dan bersungguh-sungguh.
Semoga Allah memudahkan langkah setiap Muslim yang merindukan Baitullah, menerima seluruh amal ibadah para jamaah, serta menganugerahkan haji dan umrah yang mabrur. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Sumber Referensi : NU Online
