Memudahkan Anda Menuju Baitullah

Belajar Sepanjang Hayat: Jalan Mulia Menuju Kemuliaan Dunia dan Akhirat

Kategori : Info Menarik, Tips, Pengetahuan Islami, Ditulis pada : 07 Mei 2026, 14:31:37

Di tengah derasnya perubahan zaman, ada satu bekal yang tidak pernah kehilangan nilai: ilmu. Dunia terus bergerak, teknologi terus berkembang, dan kehidupan selalu menghadirkan tantangan baru. Karena itu, seseorang yang berhenti belajar perlahan akan tertinggal, sedangkan mereka yang terus menuntut ilmu akan selalu menemukan jalan untuk bertumbuh dan memberi manfaat.

Belajar bukan hanya tentang mengejar gelar atau mencari kedudukan. Lebih dari itu, belajar adalah proses memperbaiki diri agar semakin dekat kepada Allah SWT dan semakin bijak dalam menjalani kehidupan.

Islam sendiri adalah agama yang sangat memuliakan ilmu. Bahkan wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah SAW dimulai dengan perintah membaca. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu memiliki kedudukan yang sangat agung dalam kehidupan seorang Muslim.

Dalam kitab Taqriratus Sadidah fil Masa’ilil Mufidah, Syekh Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim al-Kaff menjelaskan bahwa tujuan utama Allah menciptakan manusia adalah agar mereka mengenal dan beribadah kepada-Nya. Namun, ma’rifat dan ibadah yang benar tidak mungkin tercapai tanpa ilmu.

Beliau berkata:

فَاعْلَمْ أَنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِنَّمَا خَلَقَ الْخَلْقَ لِيَعْرِفُوهُ وَيَعْبُدُوهُ، وَمِفْتَاحُ الْمَعْرِفَةِ وَالْعِبَادَةِ هُوَ الْعِلْمُ، وَلَا يَكُونُ الْعِلْمُ إِلَّا بِالتَّعَلُّمِ

Artinya:
“Ketahuilah, sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala menciptakan makhluk agar mereka mengenal-Nya dan beribadah kepada-Nya. Kunci untuk mencapai ma’rifat dan ibadah itu adalah ilmu, dan ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan belajar.”

Kalimat ini memberikan pelajaran penting kepada kita bahwa belajar bukan sekadar kebutuhan dunia, melainkan juga kebutuhan ruhani. Seseorang tidak akan mampu beribadah dengan benar tanpa ilmu yang membimbingnya.

Foto umroh (5).jpg

Allah Mengangkat Derajat Orang Berilmu

Di antara kemuliaan besar yang Allah berikan kepada orang berilmu adalah diangkat derajatnya di dunia maupun akhirat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya:
“Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu adalah jalan menuju kemuliaan. Bukan harta, jabatan, atau keturunan yang membuat seseorang mulia di sisi Allah, melainkan keimanan dan ilmu yang ia miliki.

Karena itu, para ulama terdahulu rela menempuh perjalanan jauh, menahan lapar, bahkan mengorbankan waktu dan tenaga demi mendapatkan ilmu. Mereka memahami bahwa ilmu adalah cahaya kehidupan.

Menuntut Ilmu adalah Jalan Menuju Surga

Rasulullah SAW juga menjelaskan betapa agungnya kedudukan orang yang menuntut ilmu. Dalam sebuah hadits beliau bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadits ini memberi kabar gembira bahwa setiap langkah menuju majelis ilmu bernilai ibadah. Bahkan perjalanan seseorang untuk belajar dicatat sebagai jalan menuju surga.

Maka jangan pernah merasa rugi ketika meluangkan waktu untuk membaca, menghadiri kajian, mendengarkan nasihat ulama, atau mempelajari hal-hal yang bermanfaat. Bisa jadi, langkah kecil itu menjadi sebab keselamatan kita di akhirat kelak.

Ilmu yang Bermanfaat Akan Menjadi Amal Jariyah

Keutamaan ilmu tidak berhenti ketika seseorang masih hidup. Bahkan setelah meninggal dunia, pahala ilmu yang bermanfaat akan terus mengalir.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ، أَوْ عِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ

Artinya:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)

Betapa beruntung orang-orang yang belajar lalu mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Setiap ilmu yang diamalkan akan menjadi pahala yang terus mengalir, meskipun jasadnya telah berada di dalam kubur.

Karena itu, jangan pelit berbagi ilmu. Sampaikan walau satu ayat, ajarkan walau satu kebaikan.

Orang Berilmu Lebih Sulit Digoda Setan

Orang yang memiliki ilmu akan lebih mudah membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Ia tidak mudah tertipu oleh hawa nafsu maupun tipu daya setan.

Rasulullah SAW bersabda:

فَقِيْهٌ وَاحِدٌ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ

Artinya:
“Satu orang yang faqih lebih berat bagi setan dibandingkan seribu ahli ibadah.”

Hadits ini mengajarkan bahwa ibadah tanpa ilmu sangat rentan tersesat. Sebaliknya, ilmu akan menjaga seseorang agar tetap berada di jalan yang benar.

Tidak Ada Manusia yang Lahir dalam Keadaan Berilmu

Sering kali seseorang merasa minder untuk belajar karena merasa terlambat, usia sudah tidak muda, atau pendidikan formalnya rendah. Padahal, tidak ada seorang pun yang lahir langsung menjadi alim.

Semua orang memulai dari ketidaktahuan. Karena itu, jangan pernah malu belajar.

Para ulama mengatakan:

“Belajarlah, karena tidak ada manusia yang dilahirkan dalam keadaan berilmu.”

Kalimat sederhana ini mengandung motivasi yang sangat besar. Selama masih hidup, selama itu pula kita memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dengan ilmu.

Ilmu Adalah Perhiasan yang Paling Indah

Dalam kitab Ta’limul Muta’allim, Syekh Az-Zarnuji berkata:

تَعَلَّمْ فَإِنَّ الْعِلْمَ زَيْنٌ لِأَهْلِهِ

وَفَضْلٌ وَعُنْوَانٌ لِكُلِّ الْمَحَامِدِ

Artinya:
“Belajarlah, karena ilmu adalah perhiasan bagi pemiliknya, keutamaan dan tanda dari segala kemuliaan.”

Ilmu membuat seseorang lebih terhormat. Bukan hanya di mata manusia, tetapi juga di sisi Allah SWT. Dengan ilmu, seseorang mampu menjaga lisannya, memperbaiki akhlaknya, dan memahami tujuan hidupnya.

Belajar Bernilai Ibadah dan Jihad

Hadratussyekh KH M. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim mengutip perkataan sahabat Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه:

تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ حَسَنَةٌ، وَمُذَاكَرَتُهُ تَسْبِيْحٌ، وَالْبَحْثُ عَنْهُ جِهَادٌ، وَتَعْلِيْمُهُ صَدَقَةٌ

Artinya:
“Pelajarilah ilmu. Karena mempelajarinya adalah kebaikan, membahasnya adalah tasbih, mencarinya adalah jihad, dan mengajarkannya kepada orang lain adalah sedekah.”

Lihatlah betapa mulianya proses belajar dalam Islam. Bahkan aktivitas membaca, berdiskusi, dan mengajarkan ilmu semuanya bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Teruslah Belajar Sampai Akhir Hayat

Saudaraku, jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki hari ini. Dunia terus berubah, dan kehidupan selalu menghadirkan pelajaran baru.

Belajarlah agar iman kita semakin kuat.
Belajarlah agar ibadah kita semakin benar.
Belajarlah agar hidup kita semakin bermanfaat.

Karena sejatinya, orang yang berhenti belajar sedang mematikan cahaya dalam dirinya sendiri.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mencintai ilmu, dimudahkan dalam belajar, dan diberi keberkahan atas ilmu yang kita miliki. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sumber Referensi : NU Online

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id