Mengapa Ada Perbedaan Antara Laki-Laki dan Perempuan dalam Memasuki Raudhah? Ini Alasannya!
Raudhah, yang terletak di antara mimbar dan makam Rasulullah ﷺ di Masjid Nabawi, adalah salah satu tempat paling suci dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda, "Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga." (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, banyak jamaah umrah dan haji yang berusaha untuk masuk dan berdoa di dalamnya. Namun, terdapat perbedaan aturan antara laki-laki dan perempuan dalam mengakses area ini. Mengapa demikian?
Source : https://www.mabruk.co.id/berita-perusahaan-id/tiang-tiang-di-raudhah-tidak-sembarangan-makna-mendalam-yang-harus-kita-pahami-22063
1. Pengaturan untuk Menghindari Campur Baur Berlebihan
Dalam Islam, terdapat aturan mengenai interaksi antara laki-laki dan perempuan untuk menjaga adab dan kesopanan. Masjid Nabawi sebagai tempat ibadah utama menerapkan sistem pengaturan akses ke Raudhah guna memastikan kenyamanan dan ketertiban, termasuk bagi jamaah perempuan. Oleh karena itu, waktu dan akses perempuan ke Raudhah diatur dalam jadwal tertentu agar mereka dapat beribadah dengan lebih khusyuk tanpa berdesakan dengan laki-laki.
2. Kapasitas Ruang yang Terbatas
Raudhah memiliki luas yang terbatas, sementara jumlah jamaah yang ingin beribadah di dalamnya sangat besar. Jika tidak ada pengaturan waktu bagi laki-laki dan perempuan, kepadatan bisa semakin meningkat, menyebabkan ketidaknyamanan bahkan risiko keselamatan. Oleh sebab itu, perempuan diberikan waktu khusus agar mereka tetap dapat beribadah dengan tenang.
3. Keselamatan dan Kenyamanan Jamaah Perempuan
Dalam keramaian besar, perempuan sering kali lebih rentan terhadap dorongan atau desakan. Dengan adanya jadwal khusus, mereka dapat beribadah tanpa khawatir akan tergencet atau terganggu oleh dorongan jamaah lainnya. Ini merupakan bentuk perlindungan yang diberikan oleh pengelola Masjid Nabawi demi kenyamanan mereka.
4. Sunnah dan Adab dalam Ibadah
Para ulama juga melihat adanya kesesuaian dengan sunnah dan adab dalam beribadah. Islam mengajarkan bahwa perempuan memiliki ruang ibadah yang nyaman dan terpisah dalam banyak aspek kehidupan, termasuk dalam masjid. Pembagian waktu akses ini bukan bentuk diskriminasi, melainkan upaya untuk memberikan kesempatan yang lebih baik dalam menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan Islam.
Perbedaan akses ke Raudhah bagi laki-laki dan perempuan bukanlah bentuk ketidakadilan, tetapi lebih kepada pengaturan agar ibadah berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman. Dengan memahami hikmah di balik aturan ini, diharapkan setiap jamaah dapat lebih menerima dan menjalankan ibadahnya dengan hati yang tenang dan penuh keikhlasan.
Semoga Allah memudahkan setiap langkah kita dalam beribadah dan memberikan kesempatan kepada semua jamaah untuk merasakan keberkahan Raudhah. Aamiin.
Sri Agustini