Memudahkan Anda Menuju Baitullah

Bolak-Balik Umrah, Apa Keistimewaannya?

Kategori : Info Menarik, Umrah, Topik Hangat Seputar Umrah, Pengetahuan Islami, Ditulis pada : 21 Mei 2026, 13:36:27

Pasca pandemi, kerinduan masyarakat untuk bepergian seakan tak lagi terbendung. Ada yang ingin healing, berlibur, hingga bersilaturahmi ke berbagai daerah dan negara. Namun bagi umat Islam, ada satu perjalanan yang memiliki makna jauh lebih dalam dibanding sekadar wisata, yakni perjalanan menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah.

Tak heran jika kini semakin banyak jamaah yang berangkat ke Makkah dan Madinah, bahkan ada yang melaksanakan umrah berkali-kali. Lalu, sebenarnya apa keistimewaan dari ibadah umrah hingga membuat banyak orang begitu rindu untuk kembali?

Secara istilah, umrah merupakan ibadah yang terdiri dari beberapa rangkaian amalan, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fiqhul Islam Syarh Bulughul Maram:

واصطلاحا هى الاحرام من الميقات والطواف والسعى والحلق أو التقصير

Foto umroh (15).jpg
Sumber Foto : PEXEL - Earth Porthart

Artinya:

“Umrah adalah ibadah yang mencakup beberapa rangkaian berikut; niat ihram dari miqat masing-masing, tawaf, sa’i, serta mencukur rambut, baik dicukur habis maupun dipendekkan.” Ibadah umrah memang tidak diwajibkan sebagaimana haji, namun memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ pernah ditanya mengenai hukum umrah:

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ سُئلَ عنِ العمرةِ أواجبةٌ هيَ ؟ قال : لا، وأنْ تعتمِروا هوَ أفضلُ

Artinya:

“Sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ ditanya mengenai hukum umrah, apakah wajib? Beliau menjawab: tidak, namun jika kalian melaksanakannya maka itu sangat utama.”
(HR. Tirmidzi)
Keutamaan umrah inilah yang membuat banyak umat Islam selalu ingin kembali ke Baitullah. Bahkan, dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Tabrani disebutkan:

العُمرةُ إلى العُمرةِ كفَّارةُ ما بَيْنَهما والحجُّ المبرورُ ليس له جزاءٌ إلَّا الجنَّةُ

Artinya:

“Umrah yang satu ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya. Sedangkan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.”
(HR. Tabrani dan HR. Bukhari)

Para ulama menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan umrah secara berulang dengan niat yang ikhlas akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa kecil di antara dua umrah tersebut. Karena itulah, banyak jamaah yang merasa hatinya selalu terpanggil untuk kembali beribadah ke Tanah Suci.

Berbeda dengan haji yang memiliki waktu tertentu, umrah dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Bahkan dalam satu kali perjalanan, seseorang bisa melaksanakan ibadah umrah lebih dari satu kali selama masih berada di Tanah Suci.

Misalnya, dalam perjalanan umrah selama 15 hari, jamaah memiliki kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperbanyak doa, memperdalam muhasabah diri, sekaligus menambah pahala melalui umrah sunnah.Namun keistimewaan umrah tidak hanya sebatas pahala pribadi. Dalam kitab Al-Fikr As-Sami fi Tarikh Al-Islami, Muhammad bin Hasan Al-Arabi menjelaskan hikmah besar di balik ibadah haji dan umrah:

ومن حكمته الاجتماع والائتلاف والتعارف بين الأمم الإسلامية، وتفقُّد أحوال بعضهم، واقتباس العلوم والمتاجر وغير ذلك، فهو من المصالح الاجتماعية والدينية معًا

Artinya:

“Di antara hikmah haji dan umrah adalah terciptanya perkumpulan besar umat Islam dari berbagai penjuru dunia, lahirnya persatuan dan keakraban di antara mereka, saling mengetahui keadaan sesama muslim, terbukanya peluang ilmu, perdagangan, dan berbagai manfaat lainnya. Maka haji dan umrah mengandung kemaslahatan sosial dan spiritual sekaligus.”

Di Tanah Suci, perbedaan status sosial, jabatan, bahkan kebangsaan seakan melebur menjadi satu. Semua mengenakan pakaian ihram yang sama, menghadap kiblat yang sama, dan memanjatkan doa kepada Tuhan yang sama. Di situlah letak keindahan ibadah umrah — bukan hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah antar sesama muslim dari seluruh dunia.

Karena itu, orang yang diberi kesempatan untuk bolak-balik umrah sejatinya sedang menerima nikmat yang sangat besar. Sebab tidak semua orang yang memiliki harta melimpah dipanggil hatinya untuk datang ke Baitullah. Maka ketika Allah memudahkan langkah seseorang menuju Tanah Suci, sesungguhnya itu bukan semata karena kemampuan finansial, melainkan karena Allah memilihnya menjadi tamu-Nya.

Sumber Referensi : NU Online

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id