Memudahkan Anda Menuju Baitullah

Hikmah Dibalik Pertemuan Nabi Muhammad dengan Nabi Idris saat Isra' Mi'raj

Kategori : Info Menarik, Sejarah, Sejarah Islam, Ditulis pada : 30 April 2026, 10:57:34

Isra’ Mi’raj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa agung ini terjadi sekitar satu setengah tahun sebelum hijrah ke Madinah, ketika usia Rasulullah ﷺ mencapai kurang lebih 52 tahun, 8 bulan, dan 13 hari. Mayoritas ulama berpendapat bahwa Isra’ Mi’raj berlangsung dalam satu malam, dan Nabi Muhammad ﷺ mengalaminya dalam keadaan sadar, dengan ruh dan jasad sekaligus.

Dalam perjalanan mulia tersebut, Rasulullah ﷺ menerima perintah shalat lima waktu sebagai kewajiban utama bagi umat Islam. Selain itu, beliau juga dipertemukan dengan para nabi terdahulu di setiap lapisan langit. Salah satu nabi yang ditemui adalah Nabi Idris AS, sosok nabi yang dikenal memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT.

Dalam Kitab Maulid al-Barzanji disebutkan:

وَفِي الرَّابِعَةِ إِدْرِيسَ الَّذِي رَفَعَ اللَّهُ مَكَانَهُ وَأَعْلَاهُ

Artinya:
“Di langit keempat beliau bertemu dengan Nabi Idris, yang Allah angkat derajat dan kedudukannya.”

Keterangan tersebut sejalan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik dari Sha’sha’ah dan juga diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَمَّا عُرِجَ بِي إِلَى السَّمَاءِ أَتَيْتُ عَلَى إِدْرِيسَ فِي السَّمَاءِ الرَّابِعَةِ

Artinya:
“Ketika aku di-Mi’raj-kan ke langit, aku bertemu dengan Nabi Idris di langit keempat.”

Foto umroh.jpg

Siapakah Nabi Idris AS?

Menurut penjelasan Syekh Nawawi al-Bantani dalam Madarijus Shu’ud, Nabi Idris AS merupakan keturunan Nabi Syits AS dan termasuk salah satu nabi terdahulu sebelum Nabi Nuh AS. Nama asli beliau adalah Akhnukh, sedangkan “Idris” merupakan gelar yang diberikan karena kesungguhannya dalam mempelajari dan mendalami kitab-kitab Allah.

Nabi Idris juga dikenal sebagai sosok yang memiliki banyak keutamaan. Beliau disebut sebagai orang pertama yang menggunakan pena untuk menulis, mengenakan pakaian berjahit, serta menggunakan senjata dalam perjuangan.

Kisah Diangkatnya Nabi Idris ke Langit

Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan beberapa riwayat tentang sebab Nabi Idris diangkat ke langit dan tetap hidup hingga sekarang.

1. Riwayat Ka’ab al-Ahbar

Dikisahkan suatu hari Nabi Idris merasakan teriknya panas matahari ketika sedang berjalan. Beliau kemudian berdoa kepada Allah agar meringankan beban malaikat yang bertugas membawa dan mengatur matahari. Allah SWT pun mengabulkan doa tersebut.

Malaikat yang memikul matahari merasakan adanya keringanan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Setelah mengetahui bahwa semua itu berasal dari doa Nabi Idris, malaikat tersebut memohon kepada Allah agar dipertemukan dengannya. Allah kemudian mengizinkan pertemuan tersebut, yang menjadi salah satu sebab kemuliaan Nabi Idris diangkat ke langit.

2. Riwayat Wahb bin Munabbih

Riwayat lain menyebutkan bahwa amal ibadah Nabi Idris setiap hari memiliki nilai yang sangat besar, bahkan setara dengan amal seluruh manusia pada zamannya. Hal ini membuat para malaikat kagum kepadanya.

Malaikat Maut kemudian meminta izin kepada Allah untuk menemui Nabi Idris dalam wujud manusia. Selama beberapa hari ia menemani Nabi Idris yang senantiasa berpuasa dan beribadah.

Dalam pertemuan itu, Nabi Idris meminta agar diperlihatkan bagaimana rasa sakaratul maut. Allah pun memerintahkan Malaikat Maut mencabut nyawanya, lalu menghidupkannya kembali. Setelah merasakan beratnya kematian, Nabi Idris semakin giat mempersiapkan diri untuk akhirat.

Tidak lama kemudian, beliau meminta untuk diperlihatkan surga dan neraka. Setelah menyaksikan keduanya, Nabi Idris masuk ke dalam surga. Ketika diminta keluar, beliau enggan meninggalkannya.

Nabi Idris kemudian menyampaikan hujjahnya berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an: bahwa setiap jiwa pasti merasakan kematian, dan beliau telah mengalaminya; setiap manusia akan mendatangi neraka, dan beliau telah melihatnya; sedangkan penghuni surga tidak akan dikeluarkan darinya.

Allah SWT kemudian memerintahkan agar Nabi Idris dibiarkan tinggal di surga dengan izin-Nya.

Mengapa Nabi Idris Berada di Langit Keempat?

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apabila Nabi Idris berada di surga, mengapa Rasulullah ﷺ bertemu dengannya di langit keempat?

Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa sangat mungkin Nabi Idris turun dari surga menuju langit keempat ketika mendengar kabar kedatangan Nabi Muhammad ﷺ. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kerinduan beliau kepada Rasulullah ﷺ.

Hikmah Pertemuan Nabi Muhammad dan Nabi Idris

Dalam Madarijush Shu’ud, Syekh Nawawi menjelaskan bahwa pertemuan Rasulullah ﷺ dengan Nabi Idris di langit keempat mengandung isyarat penting tentang perjalanan dakwah Nabi Muhammad ﷺ.

Pada tahun-tahun awal perkembangan Islam, Rasulullah ﷺ mulai mengirim surat kepada para raja dan penguasa dunia untuk mengajak mereka memeluk Islam. Sebagian menerima dakwah beliau, seperti Raja Najasyi dan Raja Oman. Sebagian lain memilih berdamai dan memberikan penghormatan, seperti Heraklius dan Muqawqis. Namun ada pula yang menolak dan memusuhinya, seperti Kisra dari Persia.

Keadaan ini memiliki kemiripan dengan perjuangan Nabi Idris AS yang juga berdakwah kepada para penguasa di zamannya dan mengajak manusia kepada tauhid.

Penutup

Peristiwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan luar biasa Nabi Muhammad ﷺ, melainkan juga sarat dengan pelajaran iman, perjuangan, dan hikmah kehidupan. Pertemuan Rasulullah ﷺ dengan Nabi Idris AS menunjukkan kemuliaan para nabi serta eratnya hubungan dakwah yang mereka perjuangkan.

Dari kisah ini, umat Islam diajak untuk meneladani keteguhan iman, kesabaran dalam berdakwah, serta keyakinan bahwa setiap perintah dan ujian dari Allah pasti mengandung hikmah yang mendalam.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber Referensi : NU Online

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id