Memudahkan Anda Menuju Baitullah

Hati Terasa Gelisah? Coba Biasakan 5 Amalan Sederhana Ini

Kategori : Info Menarik, Pengetahuan Islami, Ditulis pada : 27 Oktober 2026, 15:12:16

Hati Terasa Gelisah? Coba Biasakan 5 Amalan Sederhana Ini

Dzikir.png

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, setiap orang tentu pernah menghadapi masa-masa sulit yang membuat hati terasa gelisah. Tuntutan pekerjaan, persoalan keluarga, kekhawatiran tentang masa depan, hingga berbagai harapan yang belum terwujud terkadang membuat pikiran terasa penuh dan hati sulit menemukan ketenangan.

Dalam Islam, umat Muslim diajarkan untuk senantiasa mengingat Allah SWT, bersabar, serta memohon pertolongan-Nya dalam menghadapi berbagai keadaan. Salah satu pengingat tentang pentingnya menjaga hati terdapat dalam firman Allah SWT pada Surah Ar-Ra'd ayat 28:

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu " tenteram.

Ayat tersebut menjelaskan pentingnya mengingat Allah dalam kehidupan seorang Muslim. Ketenangan bukan berarti seseorang tidak pernah mengalami kesedihan atau kesulitan, melainkan bagaimana ia berusaha menghadapi keadaan dengan doa, kesabaran, dan ikhtiar yang baik.

Lantas, apa saja amalan sederhana yang dapat dibiasakan untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan membantu menghadapi kegelisahan? Berikut lima amalan yang bisa mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Memperbanyak Zikir dan Mengingat Allah SWT

Zikir merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Melalui zikir, seorang Muslim mengingat kebesaran Allah SWT dan menyadari bahwa dalam setiap keadaan, manusia senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.”

Zikir dapat dilakukan melalui bacaan seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan Astaghfirullah. Selain itu, seorang Muslim juga dapat membaca kalimat La ilaha illallah sebagai bentuk mengingat keesaan Allah SWT. Amalan ini bisa dibiasakan setelah salat, pada pagi dan petang, atau ketika memiliki waktu luang. Tidak harus menunggu hati merasa gelisah untuk berzikir. Membiasakan zikir dalam keseharian merupakan salah satu cara menjaga hubungan dengan Allah secara berkelanjutan.

Dengan memahami makna bacaan yang dilafalkan, zikir diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas lisan, tetapi juga menjadi pengingat untuk bersabar, memperbaiki diri, dan tetap berprasangka baik kepada Allah SWT.

  1. Membaca Al-Qur'an dan Merenungi Maknanya

Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Di dalamnya terdapat ajaran tentang kesabaran, keikhlasan, rasa syukur, serta cara menghadapi berbagai ujian. Membaca Al-Qur'an dapat menjadi salah satu amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Agar lebih bermakna, kegiatan ini sebaiknya tidak hanya berfokus pada jumlah ayat yang dibaca, tetapi juga disertai usaha memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra' ayat 82:

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Ayat tersebut menjelaskan kedudukan Al-Qur'an sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman. Dalam menghadapi persoalan hidup, petunjuk Al-Qur'an dapat menjadi pengingat untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan dan tidak kehilangan harapan.

Untuk memulainya, sisihkan waktu beberapa menit setiap hari untuk membaca Al-Qur'an beserta terjemahannya. Pilih waktu yang memungkinkan untuk membaca dengan tenang, misalnya setelah salat Subuh atau sebelum beristirahat pada malam hari. Dengan demikian, membaca Al-Qur'an dapat menjadi kesempatan untuk menambah pengetahuan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam.

  1. Menjaga Salat dan Memperbanyak Doa

Salat merupakan kewajiban utama bagi umat Islam sekaligus bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Di tengah berbagai kesibukan dan persoalan hidup, menjaga salat lima waktu menjadi pengingat agar seorang Muslim senantiasa mengutamakan hubungan dengan Tuhannya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 153:

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Ayat tersebut mengajarkan bahwa kesabaran dan salat merupakan bagian penting dalam menghadapi ujian kehidupan. Oleh karena itu, ketika sedang menghadapi persoalan, seorang Muslim dianjurkan untuk tetap menjaga salat dan memohon pertolongan Allah SWT.

Selain menjaga salat, memperbanyak doa juga dapat menjadi bentuk ikhtiar spiritual. Sampaikan permohonan dengan tulus, baik ketika menghadapi kesulitan, membutuhkan petunjuk dalam mengambil keputusan, maupun saat mensyukuri nikmat yang diterima.

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk memohon perlindungan dari kegelisahan dan kesedihan. Doa yang diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud tersebut berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan.”

Membiasakan diri berdoa mengingatkan seorang Muslim untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan pribadi, tetapi juga memohon pertolongan Allah SWT sambil tetap melakukan usaha yang diperlukan.

  1. Membiasakan Rasa Syukur dalam Kehidupan Sehari-hari

Ketika menghadapi masalah, seseorang terkadang lebih mudah memikirkan hal-hal yang belum tercapai daripada menyadari nikmat yang telah dimiliki. Karena itu, membiasakan diri untuk bersyukur menjadi salah satu sikap yang perlu dilatih.

Bersyukur bukan berarti mengabaikan kesulitan atau berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Sebaliknya, rasa syukur membantu seseorang tetap menyadari nikmat Allah SWT sambil berusaha memperbaiki keadaan yang sedang dihadapi.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”

Ayat tersebut mengingatkan umat Islam tentang pentingnya bersyukur atas nikmat Allah SWT. Rasa syukur dapat diwujudkan melalui ucapan, hati, dan perbuatan yang baik. Cara membiasakannya pun sederhana. Seorang Muslim dapat mengucapkan Alhamdulillah setelah menyelesaikan aktivitas, mensyukuri kesempatan untuk beribadah, menjaga kesehatan, atau mengingat kebaikan yang diterima dari orang lain.

Selain itu, rasa syukur dapat diwujudkan dengan menggunakan nikmat yang dimiliki untuk melakukan hal-hal bermanfaat, membantu sesama, dan menjaga amanah dengan sebaik-baiknya. Dengan melatih rasa syukur, seseorang belajar untuk tidak hanya menilai kehidupan berdasarkan pencapaian besar. Hal-hal sederhana yang sering dianggap biasa pun dapat menjadi pengingat atas nikmat yang patut disyukuri.

  1. Mendekatkan Diri kepada Lingkungan yang Baik

Selain memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, menjaga hubungan dengan sesama manusia juga merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Lingkungan pergaulan yang baik dapat membantu seseorang mempertahankan kebiasaan positif dan memperoleh nasihat yang bermanfaat.

Rasulullah SAW memberikan perumpamaan tentang pengaruh teman yang baik dan teman yang buruk dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Dalam hadis tersebut, teman yang baik diumpamakan seperti penjual minyak wangi, sedangkan teman yang buruk diumpamakan seperti pandai besi. Perumpamaan ini mengajarkan bahwa pergaulan dapat membawa pengaruh bagi seseorang, baik melalui perkataan maupun perilaku.

Karena itu, luangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga, teman, atau komunitas yang mengajak kepada kebaikan. Mengikuti kajian keislaman, berdiskusi tentang ilmu yang bermanfaat, dan saling mengingatkan dalam kebaikan dapat menjadi cara untuk memperkuat semangat beribadah. Ketika menghadapi persoalan, jangan ragu untuk bercerita kepada orang tepercaya yang dapat memberikan dukungan dan nasihat dengan bijaksana. Meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan. Jika kegelisahan berlangsung lama atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga profesional juga merupakan langkah yang patut dipertimbangkan.

Dengan lingkungan yang mendukung, seseorang dapat belajar menghadapi masalah secara lebih bijaksana sekaligus terus memperbaiki diri.

Mulai dari Amalan Kecil, Lakukan dengan Konsisten

Kelima amalan tersebut tidak harus dilakukan sekaligus dalam jumlah yang banyak. Mulailah dari kebiasaan sederhana yang dapat dijalankan secara konsisten, kemudian tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan. Perlu dipahami bahwa beribadah bukan berarti seseorang tidak akan pernah merasakan kesedihan atau kegelisahan. Setiap manusia dapat menghadapi masa sulit, dan mencari dukungan ketika membutuhkannya merupakan bagian dari ikhtiar.

Semoga dengan membiasakan amalan-amalan tersebut, kita dapat terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan menghadapi berbagai keadaan dengan kesabaran serta harapan kepada Allah SWT.

Sumber Referensi: Kementrian Agama Republik Indonesia

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id