Memudahkan Anda Menuju Baitullah

Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?

Kategori : Info Menarik, Ditulis pada : 26 September 2026, 18:54:02

Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?

images (7).jpeg

Sahabat Al-Fauzi Hati merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Baik ibadah yang bersifat spiritual maupun sosial, semuanya membutuhkan hati yang ikhlas agar amal tersebut bernilai di sisi Allah Swt. Sebab, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis, Allah tidak melihat rupa dan harta yang kita miliki, tetapi Allah melihat hati dan amal yang kita kerjakan.

Ketika seorang muslim merasakan bahwa hatinya mulai jauh dari Allah, maka langkah pertama yang perlu segera dilakukan adalah melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.

Sudahkah kita melaksanakan perintah Allah dengan baik? Apakah selama ini kita telah lalai dari mengingat Allah sehingga hati kita menjadi sempit dan tidak tenang?  

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam surat Thaha ayat 124:

  وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى  

Artinya: “Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”  

Pada ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang berpaling dari-Nya akan diberikan kehidupan yang sempit. Sementara itu, Imam At-Thabari dalam kitab Jamiul Bayan, juz 18 hal 390 menjelaskan bahwa maksud dari berpaling dari Allah ialah menjalani kehidupan di dunia dengan menyimpang dan tidak tunduk pada perintah-Nya. Orang-orang yang melakukannya akan diberikan kehidupan yang sempit dan hati yang tidak tenang.

Setelah melakukan introspeksi diri, langkah kedua yang perlu kita lakukan adalah meninggalkan maksiat kepada Allah. Salah satu sebab hati terasa jauh dari Allah adalah banyaknya dosa dan maksiat yang kita lakukan. Hati manusia ibarat sebuah kertas putih.

Setiap kali seseorang melakukan maksiat, hatinya ternoda.  Jika maksiat terus dilakukan tanpa disertai taubat, noda itu akan semakin banyak hingga hati menjadi keras dan sulit menerima kebenaran. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Muthaffifin ayat 14: Artinya: “Sekali-kali tidak! Bahkan, apa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka”.  

Dalam Tafsir Marah Labid, Juz 2 halaman 612, Syekh Nawawi Banten menjelaskan bahwa kekufuran dan kemaksiatan dapat menutupi hati seseorang. Beliau juga menjelaskan makna hadis Nabi Saw. bahwa setiap kali seorang hamba melakukan dosa, akan muncul titik hitam di dalam hatinya. Jika dosa terus dilakukan, titik-titik hitam tersebut semakin banyak hingga menutupi hati.  

Syekh Nawawi berkata:

  أَيْ لَيْسَ الْأَمْرُ كَمَا يَقُوْلُهُ الْكَافِرُ مِنْ أَنَّ ذَلِكَ أَسَاطِيْرُ الْأَوَّلِيْنَ، بَلْ غَطَّى عَلَى قُلُوْبِهِمْ أَفْعَالُهُمْ الْمَاضِيَةُ مِنَ الْكُفْرِ وَالْمَعَاصِي قَالَ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الْعَبْدَ كُلَّمَا أَذْنَبَ ذَنْبًا حَصَلَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ حَتَّى يُسَوِّدَ قَلْبَهُ  

Artinya: “Tidaklah tuduhan orang kafir itu benar mengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan dongeng orang-orang terdahulu. Akan tetapi kekufuran dan kemaksiatan telah menutupi hati mereka. Sebagaimana sabda Nabi menjelaskan bahwa saat seseorang melakukan dosa maka di hatinya akan terdapat titik hitam hingga membuat hatinya hitam”.

Langkah ketiga untuk mendekatkan hati kepada Allah adalah memperbanyak amal saleh. Amal saleh tidak hanya berupa ibadah yang bersifat spiritual, seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dan berdoa. Amal saleh juga dapat dilakukan melalui hubungan sosial, seperti berbuat baik kepada orang tua, menyambung silaturahmi, membantu sesama, serta memperbaiki hubungan dengan kerabat dan tetangga.  

Semakin banyak amal saleh yang kita lakukan dengan ikhlas karena Allah, insyaallah hati akan menjadi lebih tenang dan kehidupan kita akan dipenuhi keberkahan.  

Selanjutnya, langkah keempat adalah memperbanyak zikir kepada Allah Swt. Zikir bukan sekadar mengucapkan kalimat-kalimat zikir dengan lisan, tetapi juga menghadirkan hati, menghayati maknanya, dan mengharapkan rida Allah Swt. Dengan memperbanyak zikir, hati yang gelisah akan mendapatkan ketenangan dan hati yang jauh dari Allah akan kembali mengingat-Nya.  

Allah swt berfirman:

  الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ  

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. (Qs. Ar-Ra’d: 28)

Langkah selanjutnya agar hati kita semakin dekat kepada Allah adalah memperbanyak shalat berjamaah. Shalat berjamaah bukan hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga merupakan sunnah Rasulullah Saw. yang memiliki keutamaan besar. Ketika kita melaksanakan shalat berjamaah, kita tidak hanya beribadah kepada Allah, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan dengan sesama Muslim.  

Rasulullah saw bersabda:

صَلَاةُ ‌الجَمَاعَةِ ‌تَفْضُلُ صَلَاةَ الفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Artinya: “Shalat berjamaah lebih baik dari shalat sendirian 27 derajat”. (HR. Bukhari)

Sahabat Al-Fauzi, Dari uraian tersebut, dapat kita pahami bahwa ketika hati mulai terasa jauh dari Allah, jangan biarkan keadaan itu berlarut-larut. Mari kita segera melakukan introspeksi diri, meninggalkan maksiat, memperbanyak amal saleh, memperbanyak zikir, dan menjaga shalat berjamaah.

Semoga dengan langkah-langkah tersebut, Allah Swt. membersihkan hati kita dari segala dosa, memberikan ketenangan dalam kehidupan kita, dan senantiasa mendekatkan hati kita kepada-Nya. AMinnn

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id