panduan salat Jumat di Masjidil Haram bagi jemaah haji Indonesia

Al Fauzi News | Salat Jumat di Masjidil Haram selalu jadi momen yang paling ditunggu oleh jemaah haji Indonesia. Biar ibadahnya lancar dan bisa lebih khusyuk, sebaiknya jemaah berangkat dari pemondokan lebih awal. berangkat sekitar jam 09.00–10.00 WAS pakai bus shalawat yang sudah disiapkan. Tinggal cek rute dan jadwal yang tertera di kartu jemaah masing-masing. Kalau berangkat lebih cepat, jemaah nggak perlu repot berdesakan dengan ribuan orang menjelang khutbah, dan bisa punya waktu untuk cari tempat salat yang nyaman.
Begitu sampai di kawasan Masjidil Haram, jangan lupa bawa dan pakai identitas resmi seperti kartu jemaah, kartu Nusuk, atau tanda pengenal dari pemerintah. Identitas ini benar-benar penting, apalagi kalau ada kejadian di luar rencana. Petugas juga lebih gampang mengatur arus jemaah kalau semuanya tertib soal identitas. Patuh saja dengan arahan dari petugas keamanan dan pengelola masjid, entah itu soal jalur masuk, batas area salat, atau pengaturan saf. Mereka tahu persis apa yang harus dilakukan biar semuanya tetap aman.
Cuaca di Makkah saat musim haji memang bukan main panasnya. Makanya, cari saja tempat salat yang teduh di dalam masjid, atau naik ke lantai atas kalau lantai dasar sudah penuh. Jangan lupa jaga kondisi tubuh: minum air yang cukup, jangan maksain diri berada di kerumunan yang terlalu padat. Buat jemaah lansia, yang sedang sakit, atau punya kebutuhan khusus, manfaatkan fasilitas resmi seperti kursi roda dan jalur khusus yang sudah disediakan. Itu sangat membantu.
Saat khutbah mulai, jaga adab dan kekhusyukan. Dengarkan khutbah dengan tenang, jangan ngobrol, jangan main HP, dan jangan mengganggu jemaah lain. Salat Jumat di Masjidil Haram bukan sekadar rutinitas mingguan, tapi juga kesempatan langka yang sangat berharga. Jadi, jagalah adab sebaik mungkin. Kalau semua saling menghormati dan tertib, suasana ibadah pasti terasa lebih nyaman dan khusyuk.
Setelah salat selesai, nggak usah buru-buru keluar bareng kerumunan. Lebih baik tunggu sebentar sampai situasi di area Masjidil Haram dan halte bus shalawat agak lengang. Cara ini bisa mengurangi risiko terpisah dari rombongan, kelelahan, atau insiden karena padatnya orang , ini membantu banget untuk jemaah Indonesia supaya bisa salat Jumat di Masjidil Haram dengan aman, tertib, dan nyaman, sekaligus menjaga kekhusyukan selama di Tanah Suci.
