Memudahkan Anda Menuju Baitullah

Perbanyak Istighfar, Bersihkan Hati di Bulan Sya’ban

Kategori : Info Menarik, Sejarah, Pengetahuan Islami, Sejarah Islam, Ditulis pada : 12 Februari 2026, 11:04:09

Perbanyak Istighfar, Bersihkan Hati di Bulan Sya’ban

008845900_1682064463-Keutamaan_istighfar__ (1).jpg

Sahabat Fauzi, Salah satu amalan utama di bulan Sya’ban adalah memperbanyak istighfar, yaitu memohon ampunan kepada Allah SWT. Dengan istighfar, hati dan jiwa menjadi lebih bersih dan tenang sebuah bekal berharga untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Bulan Sya’ban memiliki kedudukan istimewa karena berada di antara dua bulan mulia, Rajab dan Ramadhan, yang penuh ibadah dan keberkahan. Rasulullah saw. bersabda:

فَذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ، بَيْنَ شَهْرِ رَجَبٍ وَشَهْرِ رَمَضَانَ، تُرْفَعُ فِيهِ أَعْمَالُ النَّاسِ، فَأُحِبُّ أَنْ لَا يُرْفَعَ عَمَلِي إِلَّا وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Itu (Sya’ban) bulan yang dilalaikan manusia antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Aku ingin amalku tidak diangkat kecuali aku sedang berpuasa,” (HR Nasa’i dan Ahmad).

Sahabat Fauzi, Namun, sebagaimana disampaikan Rasulullah saw., bulan Sya’ban sering kali terabaikan, meskipun berada di antara Rajab dan Ramadhan. Rajab mudah diingat karena termasuk salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul Hurum) dan di dalamnya terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj, yang menandai perintah shalat lima waktu.

Sementara itu, Ramadhan jelas sangat dikenal sebagai bulan diwajibkannya puasa. Ia dipenuhi rahmat, ampunan, dan keberkahan, serta memiliki keutamaan besar berupa lailatul qadar. Tak heran jika banyak orang begitu bersemangat meningkatkan ibadah di bulan Sya'ban ini.

Di dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman:

 وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

Artinya, "Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa," (QS Ali 'Imran ayat 133)

Dalam ayat yang lain, Allah juga memerintahkan agar kita senantiasa memohon ampunan kepada Allah, bila kita ingin mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Memohon ampunan kepada Allah Swt ini menjadi sebuah pengakuan yang tegas, bahwa diri kita hanyalah makhluk lemah yang banyak melakukan kesalahan dan dosa.

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗۗ وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ

Artinya, "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat). (QS Hud ayat 3)

Selain itu, kita dianjurkan untuk memohon ampunan kepada Allah dengan penuh keikhlasan, disertai tobat, yaitu kembali kepada-Nya dengan menyesali kesalahan dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Nabi Muhammad saw. bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya; "Setiap anak Adam (manusia) pasti pernah memiliki kesalahan/dosa, dan sebaik-baik dari orang yang memiliki kesalahan adalah orang-orang yang mau bertaubat," (HR Ibnu Majah)

Sahabat Fauzi, Memperbanyak istighfar di bulan Sya’ban menjadi salah satu sebab diampuninya dosa-dosa yang telah kita perbuat, terlebih jika dilakukan dalam keadaan berpuasa, baik puasa sunnah maupun saat melunasi utang puasa wajib. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Lathā’iful Ma‘ārif:

وَأَمَّا كَلِمَةُ الْإِسْتِغْفَار، فَمِن أَعْظَمِ أَسْبَابِ الْمَغْفِرَةِ، فَإِنَّ الْإِسْتِغْفَارُ دُعَاءٌ بِالْمَغْفِرَةِ، وَدُعَاءُ الصَّائِمِ مُسْتَجَابٌ فِى حَالِ صِيَامِهِ، وَعِنْدَ فِطْرِهِ

Artinya, “Adapun kalimat istighfar, maka ia termasuk sebab yang paling besar datangnya ampunan, karena istighfar adalah doa memohon ampunan, dan doa orang yang berpuasa itu dikabulkan ketika ia berpuasa dan ketika ia berbuka,” (Ibnu Rajab al-Hanbaly, Latha`iful Ma’arif, [Beirut, Dar Ibn Katsir], halaman 383)

Sahabat, Fauzi, Marilah kita manfaatkan momentum yang penuh berkah pada bulan Sya'ban ini dengan memperbanyak istighfar dan berbagai kebaikan lainnya, agar hati kita menjadi bersih dan semoga kita juga termasuk ke dalam orang-orang yang mendapatkan keberkahan di bulan Sya'ban. Seperti halnya doa yang senantiasa dipanjatkan oleh Rasulullah saw:

اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya, "Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Sya‘ban. Sampaikan kami ke Bulan Ramadhan,"

Sahabat Fauzi, marilah kita berdoa agar Allah senantiasa memberikan keberkahan, kesehatan dan kemudahan kepada kita semua untuk melaksanakan kebaikan-kebaikan yang telah diperintahkan oleh Allah, serta dijauhkan dari segala fitnah, penyakit, musibah, dan marabahaya. Amin ya rabbal alamin

Sumber : NUOnline

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id