Memudahkan Anda Menuju Baitullah

Apa Bedanya Hijr Ismail dengan Ka'bah? Ini Penjelasan Berdasarkan Hadis

Kategori : Pengetahuan Islami, Ditulis pada : 11 Agustus 2026, 11:35:39

Apa Bedanya Hijr Ismail dengan Ka'bah? Banyak Jamaah Masih Keliru

Saat melaksanakan tawaf, jamaah akan melihat sebuah tembok rendah berbentuk setengah lingkaran di sisi utara Ka'bah. Tempat ini dikenal luas sebagai Hijr Ismail.

Tidak sedikit jamaah yang menganggap area tersebut berada di luar Ka'bah. Padahal, menurut hadis sahih, sebagian area Al-Hijr termasuk bagian dari Ka'bah. Inilah sebabnya jamaah tidak boleh melewati area tersebut ketika tawaf, melainkan harus mengelilinginya dari luar.

Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah Al-Hijr? Mengapa disebut Hijr Ismail? Dan apa bedanya dengan Ka'bah?

Apa Itu Hijr Ismail?

Secara umum, masyarakat mengenalnya sebagai Hijr Ismail. Namun, dalam banyak riwayat hadis, tempat ini disebut Al-Hijr atau Al-Hathim.

Al-Hijr adalah area berbentuk setengah lingkaran yang dibatasi tembok rendah di samping Ka'bah.

Banyak ulama menjelaskan bahwa area tersebut merupakan bagian dari pondasi Ka'bah yang dibangun Nabi Ibrahim AS, tetapi tidak seluruhnya dimasukkan ke dalam bangunan Ka'bah yang berdiri saat ini.

Mengapa Sebagian Area Itu Berada di Luar Bangunan Ka'bah?

Jawabannya terdapat dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha.

Beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

"Apakah Al-Hijr termasuk bagian dari Ka'bah?"

Rasulullah ﷺ menjawab:

"Ya."

Kemudian Aisyah bertanya lagi:

"Mengapa mereka tidak memasukkannya ke dalam bangunan Ka'bah?"

Beliau menjawab:

"Karena kaummu (Quraisy) kekurangan biaya."

(HR. Bukhari No. 1584 dan Muslim No. 1333)

Hadis ini menjadi dasar utama para ulama bahwa Al-Hijr merupakan bagian dari Ka'bah.

Mengapa Quraisy Mengubah Bentuk Ka'bah?

Sebelum Rasulullah ﷺ diangkat menjadi nabi, Ka'bah pernah mengalami kerusakan akibat banjir.

Kaum Quraisy kemudian membangunnya kembali.

Namun, mereka bersepakat hanya menggunakan harta yang halal untuk pembangunan tersebut. Karena dana yang tersedia tidak mencukupi, mereka mengecilkan ukuran bangunan Ka'bah dan meninggalkan sebagian pondasi Nabi Ibrahim AS di luar bangunan. Sebagai penanda, dibuatlah tembok rendah berbentuk setengah lingkaran di area tersebut.

Apakah Nabi Muhammad ﷺ Pernah Ingin Mengembalikan Bentuk Ka'bah?

Ya.

Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ pernah menyampaikan kepada Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa apabila kaumnya tidak baru meninggalkan masa jahiliah, beliau ingin membangun kembali Ka'bah di atas pondasi Nabi Ibrahim AS dan memasukkan Al-Hijr ke dalam bangunan Ka'bah.

Namun, beliau mengurungkan niat tersebut demi menjaga kemaslahatan dan menghindari fitnah di tengah masyarakat yang baru memeluk Islam.

Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.


Apakah Boleh Shalat di Hijr Ismail?

Ya, boleh.

Bahkan, berdasarkan hadis di atas, para ulama menjelaskan bahwa shalat di dalam Al-Hijr hukumnya seperti shalat di dalam Ka'bah karena area tersebut termasuk bagian dari Baitullah.

Namun, perlu diingat bahwa tawaf tidak boleh dilakukan dengan melewati Al-Hijr, sebab tawaf harus mengelilingi seluruh bangunan Ka'bah beserta area Al-Hijr yang merupakan bagian darinya.

Benarkah Nabi Ismail AS Dimakamkan di Sana?

Ini adalah salah satu anggapan yang paling sering beredar.

Sebagian masyarakat meyakini bahwa Nabi Ismail AS dan ibunya, Hajar, dimakamkan di Al-Hijr.

Namun, tidak terdapat hadis sahih yang menetapkan hal tersebut.

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa riwayat tentang makam Nabi Ismail AS di Al-Hijr tidak memiliki sanad yang kuat. Oleh karena itu, keyakinan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai kepastian.

Hikmah Mengapa Kita Harus Memahami Perbedaan Ini

Memahami bahwa Al-Hijr merupakan bagian dari Ka'bah memiliki manfaat penting bagi jamaah, antara lain:

  • Mengetahui tata cara tawaf yang benar.
  • Memahami sejarah pembangunan Ka'bah.
  • Menghindari kesalahan informasi yang beredar di masyarakat.
  • Menambah kekhusyukan saat berada di Masjidil Haram.
  • Mengenal lebih dekat sejarah Nabi Ibrahim AS dan pembangunan Baitullah.

Kesimpulan

Al-Hijr—yang populer disebut Hijr Ismail—bukanlah bangunan terpisah dari Ka'bah. Berdasarkan hadis sahih, area tersebut merupakan bagian dari pondasi Ka'bah yang dibangun Nabi Ibrahim AS. Karena keterbatasan biaya saat renovasi oleh Quraisy, sebagian pondasi itu tidak dimasukkan ke dalam bangunan Ka'bah yang kita lihat sekarang.

Memahami sejarah dan kedudukan Al-Hijr akan membantu setiap Muslim menjalankan ibadah umrah maupun haji dengan lebih baik serta menambah kecintaan terhadap sejarah Baitullah.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id