Memudahkan Anda Menuju Baitullah

Sa'i dalam Umrah dan Haji: Pengertian, Tata Cara, dan Hikmah yang Perlu Diketahui

Kategori : , Ditulis pada : 12 Juni 2026, 16:43:50

ggg.jpg

Bismillahirrahmanirrahim.

Saat menunaikan ibadah umrah atau haji, terdapat beberapa rangkaian ibadah yang wajib dilaksanakan oleh jamaah. Salah satu di antaranya adalah Sa'i, yaitu perjalanan antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan umrah maupun haji.

Meskipun terlihat sederhana, Sa'i memiliki sejarah yang sangat agung dan sarat dengan pelajaran tentang kesabaran, ikhtiar, dan tawakal kepada Allah SWT.

Lalu, apa sebenarnya Sa'i itu? Bagaimana tata caranya? Dan apa hikmah yang dapat dipetik dari ibadah ini?

Apa Itu Sa'i?

Secara bahasa, Sa'i berarti berjalan atau berusaha dengan sungguh-sungguh.

Dalam ibadah umrah dan haji, Sa'i adalah kegiatan berjalan dan berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan.

Sa'i merupakan salah satu rukun umrah dan termasuk bagian penting dalam ibadah haji. Tanpa melaksanakan Sa'i, ibadah umrah tidak dianggap sempurna.


Sejarah Sa'i: Mengenang Perjuangan Siti Hajar

Sa'i berawal dari kisah penuh keteladanan yang dilakukan oleh Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS.

Ketika Nabi Ibrahim AS meninggalkan Siti Hajar dan putranya, Nabi Ismail AS, di wilayah Makkah yang saat itu masih berupa padang pasir tandus, persediaan makanan dan air mereka habis.

Melihat putranya kehausan, Siti Hajar berusaha mencari air dengan berlari antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.

Karena kesungguhan dan tawakalnya, Allah SWT kemudian memunculkan mata air Zamzam yang hingga kini masih mengalir dan menjadi sumber kehidupan bagi jutaan jamaah yang datang ke Tanah Suci.

Kisah inilah yang kemudian diabadikan dalam ibadah Sa'i.


Dalil Tentang Sa'i

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya."

(QS. Al-Baqarah: 158)

Ayat ini menunjukkan bahwa Shafa dan Marwah merupakan bagian dari syiar Islam yang memiliki kedudukan mulia.


Kapan Sa'i Dilakukan?

Dalam Umrah

Sa'i dilakukan setelah jamaah menyelesaikan Tawaf Umrah.

Urutannya:

  1. Ihram dari miqat
  2. Tawaf mengelilingi Ka'bah
  3. Sa'i antara Shafa dan Marwah
  4. Tahallul

Dalam Haji

Sa'i dilakukan setelah Tawaf Ifadah bagi jamaah yang belum melaksanakan Sa'i sebelumnya.

Pelaksanaannya mengikuti jenis haji yang dijalankan oleh jamaah.


Tata Cara Sa'i

1. Memulai dari Bukit Shafa

Jamaah naik ke area Shafa dan menghadap Ka'bah sambil memperbanyak doa dan dzikir.

Kemudian memulai perjalanan menuju Marwah.


2. Berjalan Menuju Marwah

Jamaah berjalan menuju Bukit Marwah.

Bagi jamaah laki-laki, disunnahkan berlari-lari kecil pada area yang ditandai lampu hijau.

Sedangkan jamaah perempuan tetap berjalan seperti biasa.


3. Sampai di Bukit Marwah

Sesampainya di Marwah, jamaah berdoa dan berdzikir.

Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali.


4. Kembali ke Shafa

Dari Marwah kembali ke Shafa dihitung perjalanan kedua.

Demikian seterusnya hingga mencapai tujuh kali perjalanan.

Perjalanan terakhir berakhir di Bukit Marwah.


Berapa Jarak Sa'i?

Jarak antara Shafa dan Marwah sekitar 450 meter.

Karena dilakukan tujuh kali perjalanan, total jarak yang ditempuh jamaah selama Sa'i bisa mencapai sekitar 3 kilometer.

Meskipun cukup panjang, jalur Sa'i saat ini telah dilengkapi berbagai fasilitas yang membuat jamaah lebih nyaman.


Amalan yang Dianjurkan Saat Sa'i

Selama menjalankan Sa'i, jamaah dianjurkan untuk:

✅ Berdzikir

✅ Membaca doa

✅ Bershalawat kepada Rasulullah ﷺ

✅ Memperbanyak istighfar

✅ Memohon segala hajat kepada Allah SWT

Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca, sehingga jamaah dapat berdoa sesuai kebutuhan dan harapan masing-masing.


Hikmah Sa'i

1. Mengajarkan Pentingnya Ikhtiar

Sa'i mengingatkan bahwa seorang Muslim harus berusaha terlebih dahulu sebelum menunggu pertolongan Allah SWT.

Siti Hajar tidak hanya berdiam diri, tetapi berusaha dengan sungguh-sungguh mencari air untuk putranya.


2. Menumbuhkan Tawakal

Setelah berusaha, seorang Muslim harus menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Inilah yang dicontohkan oleh Siti Hajar dalam perjuangannya.


3. Mengingatkan Perjuangan Seorang Ibu

Sa'i juga menjadi penghormatan terhadap perjuangan seorang ibu yang rela berkorban demi anaknya.


4. Melatih Kesabaran dan Keikhlasan

Perjalanan bolak-balik antara Shafa dan Marwah mengajarkan kesabaran serta keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Sa'i

Beberapa hal yang perlu diperhatikan jamaah:

❌ Tidak menghitung putaran dengan benar

❌ Terlalu sibuk mengambil foto hingga mengurangi kekhusyukan

❌ Tidak memahami bahwa perjalanan dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah

❌ Tidak mengikuti arahan pembimbing ibadah

Karena itu, jamaah dianjurkan mengikuti bimbingan muthawif agar pelaksanaan Sa'i berjalan sesuai tuntunan.


Penutup

Sa'i bukan sekadar berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah. Di balik setiap langkah terdapat pelajaran besar tentang ikhtiar, kesabaran, tawakal, dan keyakinan kepada Allah SWT.

Melalui ibadah ini, jamaah diajak untuk meneladani perjuangan Siti Hajar yang tidak pernah menyerah dalam menghadapi ujian kehidupan.

🕋 Semoga Allah SWT menerima ibadah umrah dan haji kita, serta memberikan kesempatan kepada setiap Muslim untuk menyempurnakan rukun-rukun ibadah di Baitullah. Aamiin ya Rabbal 'Alamin. 🤲

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id