Perjalanan ke Tanah Suci Nyaris Berujung Tragedi: Bus Jemaah Umrah Terguling di Pangkep

Al Fauzi News | Kabar bus rombongan jemaah umrah yang terguling di Pangkep benar-benar jadi pengingat keras: urusan keselamatan itu nggak kalah penting dari ibadah itu sendiri. Kejadiannya di Jalan Poros Pangkep Barru, Labakkang. Ada 17 jemaah umrah asal Polewali Mandar di dalam bus itu, mereka lagi dalam perjalanan ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Polisi bilang, kecelakaan ini terjadi gara-gara bus harus menghindari sebuah Avanza putih yang tiba-tiba putar arah di depan. Bus naik ke median jalan, lalu terbalik. Syukurnya, cuma dua orang yang luka ringan, dan semua jemaah tetap bisa lanjut perjalanan.
Dari sisi keselamatan, jelas kejadian ini jadi alarm keras buat semua yang terlibat dalam perjalanan umrah. Jalan antar-kabupaten itu padat, kadang ada saja mobil yang seenaknya putar balik. Polisi lalu lintas langsung turun tangan, evakuasi, ngatur lalu lintas, dan sopir juga langsung diamankan untuk diperiksa. Penanganan seperti ini memang harus tegas bukan cuma soal hukum, tapi juga supaya ada evaluasi biar kejadian serupa nggak terulang lagi.
Buat penyelenggara umrah, insiden ini jadi bahan evaluasi besar-besaran soal standar operasional. Nggak bisa asal-asalan pilih sopir, armada bus harus benar-benar layak jalan, dan koordinasi sama polisi untuk atur rute dan jadwal itu wajib. Dari sisi jemaah juga, penting banget diedukasi soal keselamatan. Pakai sabuk pengaman kalau ada, duduk di kursi masing-masing, jangan ganggu sopir hal-hal kayak gini sebaiknya sudah dijelaskan sejak manasik sampai menjelang berangkat. Intinya, menjaga keselamatan itu juga bagian dari ikhtiar ibadah.
Kalau lihat dari sisi jemaah, kejadian seperti ini memang ujian. Perjalanan ke Tanah Suci nggak selalu mulus. Kadang Allah SWT kasih cobaan rasa takut, khawatir, atau peristiwa tak terduga seperti ini. Tapi kalau sudah berusaha semaksimal mungkin dalam hal keselamatan, tugas kita bersyukur kalau selamat dan jadikan kejadian ini pengingat untuk selalu berdoa minta perlindungan. Cerita selamatnya para jemaah dengan luka ringan saja sudah bukti rahmat Allah, sekaligus peringatan supaya ke depan lebih hati-hati.
Intinya, insiden bus terguling di Pangkep ini bisa jadi momen penting untuk memperkuat kerja sama antara penyelenggara, aparat, dan jemaah sendiri soal keselamatan. jadi pegangan kuat untuk travel dalam menyusun kebijakan internal atau materi edukasi. Data yang jelas kronologi, jumlah penumpang, penanganan setelah kejadian semua itu ngajarin kita bahwa keselamatan bukan cuma soal teknis, tapi sudah jadi tanggung jawab moral untuk mengantarkan tamu Allah ke Tanah Suci dengan aman dan tenang.
