Keajaiban Hijrah Nabi Muhammad SAW: Perlindungan Allah di Gua Tsur dan Makna Tentara Allah yang Tak Terbatas
Keajaiban Hijrah Nabi Muhammad SAW: Perlindungan Allah di Gua Tsur dan Makna Tentara Allah yang Tak Terbatas
Foto by @XWZNature
Sahabat Al-Fauzi, Jakarta- Diriwayatkan oleh 'Abd bin Humaid, Abu Ya'la, Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu 'Abbas, Saat Rasulullah SAW hendak meninggalkan Makkah menuju Madinah, beliau menatap kota kelahirannya dengan penuh perasaan. Makkah bukan cuma tempat tinggal, melainkan di sanalah semua perjuangannya dimulai. Sambil menoleh ke arah kota yang amat dicintainya itu, beliau mengungkapkan perasaannya dengan tulus.
Nabi Muhammad SAW berkata, “Demi Allah, engkau adalah kota terbaik di muka bumi, dan yang paling Allah cintai. Kalau saja aku tidak diusir, aku tidak akan meninggalkanmu.” (HR. At-Tirmidzi, Kitab Al-Manaqib, Bab Fadhl Makkah (5/722).)
Ketika kaum musyrikin Makkah mengejar Rasulullah SAW untuk menghentikan hijrahnya ke Madinah, mereka mengikuti jejak beliau hingga ke bukit Tsur. Di sana, mereka berusaha menemukan Rasulullah dan Abu Bakar yang tengah bersembunyi di dalam gua di bukit tersebut. Namun, ketika mereka tiba di mulut gua, mereka terhenti. Pintu gua itu tampak tertutup oleh jaring laba-laba yang rapat, seolah sudah lama tak tersentuh.
Melihat jaring laba-laba yang tidak rusak, mereka berkesimpulan bahwa tidak mungkin ada orang yang baru saja masuk ke dalamnya. Dengan pikiran tersebut, mereka memilih untuk melanjutkan pencarian di tempat lain, tidak menyadari bahwa Rasulullah dan sahabatnya berada tepat di dalam gua itu, terlindungi oleh kekuasaan Allah.
Seperti yang disebutkan dalam buku Sejarah Lengkap Rasulullah SAW karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, laba-laba itu adalah salah satu dari tentara Allah yang hadir untuk menolong kebenaran dan menundukkan kebatilan. Dengan keajaiban sederhana berupa jaring laba-laba, Allah melindungi Rasulullah SAW dari ancaman serius dan memudahkan perjalanan hijrahnya.
Pasukan Allah itu nggak terhitung jumlahnya dan nggak bisa diukur pakai standar apa pun, entah bentuknya nyata atau nggak kelihatan. Allah bisa saja mengalahkan pasukan besar hanya dengan hal kecil.
Allah berfirman, “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri, dan (Sagar) itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS. Al-Muddatstsir: 31). Ayat ini mengingatkan kalau tentara Allah itu nggak terbatas, nggak bisa dihitung atau dibayangkan bentuknya.
Dalam Tafsir Ar-Razi disebutkan, nggak ada satu pun yang bisa ngitung atau ngebayangin pasukan Allah secara penuh, apalagi detailnya. Segala sesuatu di alam bisa jadi bagian dari kuasa-Nya kalau Allah menghendaki.
Saat Rasulullah SAW merasa berat meninggalkan Makkah, Allah pun menurunkan firman untuk menguatkan beliau “Dan betapa banyak negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka.” (QS. Muhammad: 13). Ini jadi pengingat kalau perlindungan dan kemenangan itu datang dari Allah, meski seringkali lewat cara-cara yang nggak terduga.***